Siti Rima Sarinah
#MutiaraAl-Qur'an — Allah Swt. menciptakan umat Islam sebagai umat yang satu dengan satu kepemimpinan tanpa ada sekat nation state (nasionalisme). Pada hakikatnya, dengan kepemimpinan Islam, umat mampu menguasai dunia hingga 1/3 dunia. Umat Islam menjadi umat yang kuat dengan persatuan dan mampu menggentarkan musuh-musuh Islam dengan kekuatannya yang sangat besar. Islam mampu memimpin dunia dengan risalah dakwah Islam untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Allah Swt. berfirman, ”Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada (tali) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana.” (Surah Ali-Imron Ayat 103)
Di dalam ayat ini Allah Swt. memerintahkan umat Islam untuk bersatu dalam iman dan tidak tercerai berai, saling bermusuhan, dan mendengki. Sebab, hal tersebut akan menjadikan umat Islam lemah dan mudah dihancurkan oleh orang-orang kafir. Islam datang untuk menyatukan umat Islam agar menjadi mudah yang kuat dan tak mudah dikalahkan oleh musuh-musuh Islam.
Umat Islam adalah umat yang memiliki jumlah yang sangat besar di dunia ini. Namun, jumlah banyak tetapi mereka tidak bersatu karena sekat nasionalisme yang telah dihembuskan ke negeri-negeri muslim. Walaupun jumlahnya banyak tapi umat Islam kini bak bui di lautan yang tak memiliki kekuatan apa pun. Hal inilah yang menjadikan umat Islam mudah dijajah oleh negeri-negeri kafir, tunduk dan patuh atas semua keinginan mereka tanpa berani untuk menolaknya. Bahkan penguasa-penguasa negeri-negeri muslim menjadikan penguasa negeri-negeri kafir sebagai sahabat mereka. Menjadi penguasa boneka untuk menjalankan semua kebijakan sesuai kepentingan negeri penjajah.
Muslim G4za di Pal3stina menunjukkan bukti nyata tunduk dan patuhnya penguasa negeri muslim di bawah kaki penguasa negeri kafir. Sudah lebih dari satu abad muslim di G4za dianiya, dibunuh dengan berbagai macam cara, seakan nyawa muslim G4za tidak berharga dihadapan penguasa mereka. Mereka diam membisu melihat tontotan setiap harinya muslim G4za dijatuhi bom untuk menghapuskan entitas mereka ditanah milik mereka sendiri.
Perang saudara antara sesama negeri muslim pun tengah terjadi, tanpa sadar mereka masuk dalam jebakan penguasa kafir membuat umat Islam bercerai-berai dan sulit untuk disatukan kembali. Berbagai perjanjian internasional telah menghilangkan kedaulatan negeri-negeri muslim menjadi negeri-negeri yang dikuasai penguasa boneka untuk melaksanakan kepentingan negeri penjajah. Penguasa negeri penjajah sangat mengetahui bahwa umat Islam akan kuat apabila mereka bersatu. Sehingga mereka menggunakan berbagai macam cara agar umat Islam sulit untuk disatukan sebagai upaya untuk menghalangi kebangkitan Islam.
Tipu daya dan berbagai strategi penguasa negeri penjajah harus diwaspadai oleh seluruh umat Islam. Harus menyadari bahwa umat Islam akan terus berada dalam cengkeraman negeri penjajah selama umat Islam belum bisa mewujudkan persatuan umat dalam naungan Khilafah. Seluruh umat Islam harus bangkit dan bangun dari tidur panjang untuk menyelamatkan umat dari penjajahan dari penguasa negeri kafir.
Karena pada hakikatnya, umat Islam adalah umat terbaik (khoiru ummah) yang dilahirkan untuk manusia dan melakukan amar makruf nahi mungkar. Tidak selayaknya umat terbaik dijajah dan masuk dalam cengkeraman negeri penjajah. Umat Islam harus keluar dari cengkeraman mereka dan memutus berbagai macam hubungan dengan mereka. Karena tak ada satu kebaikan pun yang bisa kita peroleh tatkala berinteraksi dengan negeri kafir, selain penderitaan dan kezaliman yang terus menerus menimpa umat Islam.
Oleh karena itu, mengopinikan dakwah Islam untuk menyadarkan umat Islam dari berbagai macam tipu daya dan jebakan yang dibuat oleh penguasa kafir. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan umat Islam dari berbagai jenis penjajahan adalah dengan mempersatukan kembali negeri-negeri muslim dalam naungan Khilafah Islamiah. Karena Khilafah yang mampu dan berdaulat mengakhiri semua penjajahan yang dilakukan oleh negeri-negeri kafir apalagi jika bukan untuk menguasai umat Islam dan merampas hak milik umat.
Tanpa adanya persatuan umat, maka selama itulah umat Islam selalu terkungkung dalam sistem aturan yang berasaskan pemisahan agama dalam kehidupan (sekularisme). Maka hanya dengan kebangkitan umat dan persatuan umatlah, umat Islam bisa mengembalikan predikatnya sebagai khoiru ummah dan dapat membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan.
Rasulullah saw. dan para sahabat telah mencontohkan kepada kita, bagaimana perjuangan dakwah mereka hingga bisa terlepas dari segala bentuk penjajahan dari kafir Quraisy. Tanpa rasa lelah terus mendakwahkan Islam hingga berhasil mendirikan Daulah Islam di kota Madinah dan menyatukan umat Islam dalam satu kepemimpinan di bawah naungan Khilafah. Khilafah sebagai negara yang memiliki kedaulatan dan ditakuti serta disegani oleh negeri-negeri kafir.
Persatuan umat inilah yang menjadi PR umat Islam dan para pengemban dakwah untuk mewujudkannya. Dengan menghancurkan sekat nasionalisme di antara negeri-negeri muslim agar dapat menyelamatkan muslim G4za, Suriah, Uighur, dan negeri muslim lainnya dari penganiayaan dan kekejaman mereka. Hanya bisa diwujudkan dengan Khilafah ala minhajin nubuwah yang harus kita perjuangkan hingga tegak kembali di muka bumi ini dengan ijin-Nya. Wallahualam bissawab.

Komentar
Posting Komentar