Dr. Rita Yuliana, M.Si., Dosen Politeknik Statistika STIS Jakarta: Inflasi Menyengsarakan Rakyat

 




#SuaraMuslimah — Akhir April 2026, rupiah mulai melemah dan menembus angka Rp17.225 terhadap dolar yang tentunya akan sangat berpengaruh dengan daya beli masyarakat. Sehingga bagaimana masyarakat bisa memenuhi segala kebutuhannya? Untuk mengurai hal tersebut tim Muslimah Jakarta Official berbincang singkat dengan Dr. Rita Yuliana, M.Si., Dosen Politeknik Statistika STIS Jakarta.


Q: Manurut Ibu apakah bisa inflasi ini ditekan?

A: Menurut teori ekonomi makro kapitalis, terdapat hubungan antara inflasi, suku bunga, dan nilai tukar. Inflasi dapat disebabkan karena tekanan permintaan (demand pull inflation), karena tekanan penawaran (cost push inflation), monetary inflation, dan imported inflation. Inflasi dapat ditekan dengan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, yakni menaikan suku bunga. Namun, dapat menurunkan investasi dan pada akhirnya menurunkan pendapatan. 

Sebenarnya kurs rupiah terhadap dolar awalnya dapat mempengaruhi perdagangan internasional misalnya impor bahan baku yang digunakan oleh industri sehingga biaya produksi meningkat dan akhirnya akan menyebabkan harga-harga naik sehingga terjadi inflasi. Sehingga kesimpulannya, kalau menurut teori ekonomi kapitalis, inflasi dapat ditekan tapi menimbulkan masalah baru.

Solusinya adalah mata uang yang digunakan jangan bergantung pada mata uang asing, tetapi harus menggunakan standar logam mulia seperti emas sehingga tidak terjadi inflasi.


Q: Pada akhir semester 1–2026, rupiah diproyeksi mencapai Rp18.000,00 dan merupakan nilai tukar tertinggi sepanjangan masa. Menurut Ibu, apa yang akan terjadi di masyarakat bila rupiah makin melemah?

A: Jika rupiah makin melemah, maka harga barang-barang impor akan naik termasuk bahan baku industri yang masih impor sehingga menyebabkan harga-harga naik dan terjadilah inflasi. Selanjutnya daya beli masyarakat menurun, kesejahteraan masyarakat menurun, kemiskinan meningkat.


Q: Menurut Ibu langkah strategis apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menyelamatkan kondisi ekonomi negeri ini?

A: Langkah strategis yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menyelamatkan kondisi ekonomi negeri ini tidak akan berhasil atau kalaupun berhasil hanya sementara (parsial) karena yang terjadi adalah seperti lingkaran setan yang berakibat pada penderitaan rakyat karena sistem ekonomi yang digunakan adalah sistem ekonomi kapitalis.


Q: Selain masalah internal dalam negeri, adakah masalah luar negeri yang bisa memperburuk nilai rupiah?

A: Selain masalah internal dalam negeri, ada isu luar negeri yang dapat memperburuk nilai rupiah, seperti kondisi keamanan dunia yang sedang terjadi, yaitu perang Iran dan Israel–AS, serta kondisi politik negara AS akibat perang tersebut.


Komentar