Menilik Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan, Bagaimana dalam Islam?




#Reportase — Di hari Sabtu, 25 April 2026 yang berkah, berkumpul para guru muslimah dari berbagai sekolah se-Jakarta Utara di salah satu RM area Kelapa Gading. Sebuah diskusi terbatas yang dipandu Ibu Euis Musfika, S.Pd., dengan mengangkat tema: "Menilik Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan, Bagaimana dalam Islam?”. Acara diawali dengan pembacaan ayat Al-Qur'an oleh Ananda Jannatul 'Aliyah.

Acara inti dimulai dengan pemutaran video tentang curahan hati para guru terkait aneka problem yang dihadapi saat ini. Rangkaian acara dilanjutkan dengan uraian materi inti sesi pertama. Materi disampaikan oleh Ibu Tri Wahyuni, S.E., Ak., yang mengulas tujuan pendidikan, guru, dan banyaknya masalah pendidikan, di antaranya potret buram output pendidikan serta beberapa kebijakan pemerintah yang dibuat untuk memperbaiki output.

Beliau pun menyampaikan beragam upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu output pendidikan dengan berbagai kebijakan penaikan mutu guru. Di antara program yang di sorot adalah kegiatan rutin berkala Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), pelatihan menghadapi perudungan siswa, pembekalan sekolah Inklusi, serta bermacam-macam program pelatihan lainnya.

Namun, harapan adanya aneka pelatihan dengan tujuan untuk menaikkan mutu guru ibarat pepatah “Jauh panggang dari api”. Hal itu tersebab karena kegiatan-kegiatan tersebut lebih dirasakan seolah penunaian tugas semata. Para peserta diskusi terlihat sangat bersemangat menyimak materi yang disampaikan narasumber.

Selanjutnya pemateri kedua, yakni Ustazah Fatikah, S.Ag., menyampaikan materi seputar strategi penjaminan mutu pendidikan dalam Islam. Beliau megawali pembahasan tentang peran politis dan strategis guru. Dengan sangat gamblang, beliau memaparkan bahwa guru adalah pelaku utama dalam peningkatan output generasi unggul dan ujung tombak penerapan sistem pendidikan, juga pelaksanaan kurikulum dan manajemen sekolah. Karenanya, lanjut beliau, “seorang guru dalam Islam haruslah memiliki visi misi Islam yang ditopang dengan akidah kokoh yang lahir dari proses berpikir."

Beliau menyampaikan, setidaknya ada tiga komponen pembentuk akidah yang kokoh, yaitu pertama, kepastian (al-jazm). Al-jazm adalah jika yakin sesuatu itu A tetap A dan jika B tetap B, tidak berubah jadi A ke B. Kedua, sesuai realitas, artinya akidah yang diyakini harus bisa dibuktikan. Ketiga, akidah harus bersumber dari dalil baik aqli atau naqli.

Beliau melanjutkan, akidah yang kokoh akan menjadi pilar utama terbentuknya Syakhsiyah Islam, yakni seorang guru akan memiliki pola pikir dan pola sikap islami yang akan menuntun guru untuk memadukan ilmu dan iman dalam pengelolaan pengajarannya. Hal tersebut akan menghasilkan guru kompeten yang memiliki dua nilai, yaitu kepribadian yang mulia dan profesionalitas sebagai pendidik.

Di akhir pemaparan, Ustazah Fatikah sampaikan peran negara dalam penyediaan guru kompeten dalam Islam. Pertama, kurikulum pendidikan berbasis akidah Islam. Dengan kurikulum baku ini, guru tidak akan mengalami kebimbangan dalam mengimplementasikan pembelajaran karena tujuan dan konsepnya jelas dan tetap tidak bergonta-ganti seperti kurikulum saat ini. Kedua, mengatur dan memfasilitasi pendidikan keguruan dengan baik, yakni aspek infrastruktur dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Ketiga, infrastruktur pendidikan yang memadai dan merata. Negara wajib menyediakan fasilitas pendidikan di semua jenjang seperti buku, perpustakaan, komputer, internet, laboratorium, serta pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi mereka. Keempat, tunjangan yang cukup untuk guru dengan tujuan agar guru bisa fokus menjalankan amanahnya tanpa ada rasa was-was dengan persoalan ekonomi rumah tangganya. 

Acara berlanjut ke sesi diskusi yang berlangsung hangat dengan antusiasme dari para guru. Banyak pertanyaan disampaikan dan ditanggapi oleh pembicara. Keduanya menjawab dan menanggapi dengan jawaban tuntas dan memuaskan. Selain itu, pemaparan dari jawabannya juga memotivasi peserta untuk lebih bersemangat menjadi pelopor arus kebaikan dan turut bergabung di komunitas guru muslimah inspiratif.


Komentar