Empat Parameter Sejauh Mana Ukhuwah Kaum Muslim



#Reportase — Mubaligah Muda Kota Depok Ustazah Zulfa Ummu Raisa mengungkapkan setidaknya ada empat parameter sejauh mana radius ukhuwah kita (kaum muslim). Keempat parameter tersebut diungkapnya dalam “Dirosah Syar'iyah Syahroiny: Ukhuwah Kunci Kebangkitan Umat”, Sabtu, (09/05/2026) di Depok. 

Adapun keempat radius tersebut yakni: Pertama, radius pertama titik awal koneksi (interpersonal). Radius pertama baru sejauh kontak mata dengan senyum karena nilainya sedekah sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis riwayat Tirmidzi; lisan dengan mengucapkan salam karena menjadi kunci penumbuh cinta antarmukmin, diucapkan kepada yang dikenal atau tidak; dan fisik dengan berjabat tangan untuk menggugurkan dosa-dosa sebagaimana gugurnya daun dari pohon,” jelasnya di hadapan puluhan tokoh muslimah.

Kedua, radius kedua menjaga jaringan komunitas. Baru sejauh menjenguk orang sakit dan mengurus jenazah. Ditambah lagi, lanjutnya, ada aksi nyata mengangkat beban, yakni membantu sesama muslim dengan berusaha memenuhi kebutuhannya. Ternyata menurutnya, ada bobot empati di mata Allah. “Bobot empati di mata Allah, membantu sesama muslim lebih berat timbangannya daripada itikaf sebulan atau seribu kali pahala shalat,” ujarnya.

Ia pun membacakan Hadis Riwayat Thabarani, Rasulullah saw. bersabda yang artinya, “Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beritikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) sebulan lamanya. Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia lainnya,” tambahnya.

Ketiga, antara pemimpin dan rakyat ada kontrak sosial dan keadilan. “Yakni, kewajiban rakyat adanya nasihat keumatan, sebagaimana dijelaskan dalam Hadis Riwayat Abu Dawud, Rasulullah saw. bersabda,’Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim’ dan kewajiban pemimpin mengurusi dan melindungi. Pemimpin yang menghindar dari kefakiran rakyatnya, Allah pasti akan menutup pintu bagi peminpin tersebut saat ia butuh,” bebernya. Apalagi, menurutnya, dalam hadis riwayat Muslim dijelaskan, pemimpin didoakan kebaikan jika menyayangi rakyat, dan didoakan kesusahan jika menyusahkan rakyat. 

Keempat, kepedulian tanpa batas geografis. Menolong sesama kaum muslim dalam masalah agama tanpa ada sekat wilayah geografis. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 72 yang artinya, “... Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama (Islam), wajib atas kamu memberikan pertolongan...”

Butuh doa dikasih doa, butuh obat diksih obat, butuh senjata dikasih senjata, butuh tentara dikasih tentara,” pungkasnya.[Siti Aisyah]





Komentar