#Reportase — Dalam melakukan perubahan sistem dari darul kufur menjadi darul Islam, Rasulullah saw. menggunakan tiga tahap metode dakwah. “Ada tiga tahap metode dakwah Rasulullah saw.," ungkap Mubaligah Kota Depok Ustazah Mumun S. Munawaroh, dalam Forum Tokoh Muslimah Depok#33: "Memaknai Hijrah: Solusi Krisis Sistemik Menuju Perubahan Hakiki", Selasa, (16/06/2026) di Depok.
Ketiga tahap tersebut, yaitu pertama tahap membina kader. “Mengajak orang-orang untuk masuk Islam melalui diskusi, bukan kekerasan dan membina orang-orang yang masuk Islam dengan pemahaman yang kuat akan Islam dan keimanan yang kokoh dalam rangka mengemban tanggung jawab dakwah,” jelasnya di hadapan puluhan tokoh muslimah Depok.
Adapun langkah praktisnya, jelas Ustazah Mumun adalah wajib mendirikan parpol Islam (sebagaimana yang disebut dalam Surah Ali-Imran: 104). “Parpol Islam wajib menyerukan pemikiran-pemikiran Islam, menyebarluaskan konsep-konsep Islam, membongkar pemikiran-pemikiran yang rusak, dan parpol Islam wajib membangun tubuh partainya dengan kuantitas, kualitas agar menghasilkan kader yang berkepribadian Islam sehingga mampu memikul tanggung jawab dakwah Islam,” bebernya.
Ia pun menambahkan, dalam membina kader, standar kualitasnya harus sempurna imannya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadis Riwayat al-Isfahani, disahihkan oleh Nawawi dalam al-Ar’bain, ”Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sebelum hawa nafsunya tunduk pada apa yang aku bawa.”
Kedua, tahap berinteraksi dengan umat (tafa’ul wal kifah), sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hijr: 94, “Sampaikanlah (secara terang-terangan) apa-apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari kaum yang musyrik.”
Adapun tujuan tahap kedua, ujarnya untuk kesadaran umum menumbuhkan masyarakat tentang kerusakan tatanan jahiliah dan menumbuhkan harapan dan keyakinan masyarakat terhadap ajaran yang Rasul sampaikan.
Tak hanya itu, ia pun menjelaskan ada tiga jalan yang ditempuh Rasulullah saw. di tahap kedua ini. “Pertama, shira’ul fikri (pergolakan pemikiran), yakni melontarkan ide Islam sebagai pembanding bagi ide selain Islam baik berupa pemahaman (mafahim), tolok ukur (maqayis), maupun keyakinan (qana’at),” terangnya.
Ia pun menegaskan, untuk melakukan pergolakan pemikiran secara praktis harus dilakukan parpol Islam dengan langkah menentang dan menjelaskan kebatilan segala ide dan pandangan yang lahir dari akidah kufur seperti kapitalisme, sekularisme, pluralisme, sosialisme, dan liberalisme. Demikian juga menjelaskan kebatilan ide yang lahir darinya, yaitu demokrasi, HAM, kesetaraan gender, dan lainnya.
“Kedua, parpol Islam juga melakukan kifah siyasi (perjuangan politik). Aktivitas yang ditujukan untuk memberikan sikap terhadap realitas politik kekinian yang terjadi pada saat tertentu. Contohnya kebiasaan mengurangi timbangan pada masa jahiliah, kemudian Allah menurunkan Surah Al-Muthaffifiin,” tambahnya.
Tak hanya itu, lanjutnya, setiap kejadian atau peristiwa politik kekinian yang bertentangan dengan Islam harus dilakukan kifah siayasi. Contohnya, pemerintah menaikkan harga BBM atau TDL yang dapat menyengsarakan umat, maka parpol Islam harus menjelaskan kepada masyarakat bahaya dan kerugian yang diderita serta pertentangannya dengan syariat Islam. Sekaligus menasihati penguasa, bahwa itu kezaliman yang mereka lakukan dan seharusnya penguasa itu mengurusi umat sesuai dengan syariat Islam
“Adapun yang ketiga, yakni kasyful khuthath (membongkar rencana jahat kaum kafir). Rasulullah saw. dengan dibimbing wahyu menyampaikan rencana jahat kaum kafir seperti membongkar rencana jahat Abu Jahal, Abu Sufyan, dan lainnya,” sebutnya.
Ketiga, tahap istilamul hukmi (penyerahan kekuasaan). “Setelah partai politik dan kader-kadernya mampu mendapat dukungan masyarakat untuk menegakkan negara dan menjalankan syariat Islam secara kafah, tetapi ketika legitimasi penguasa rapuh maka perlu adanya dukungan ahlun nushrah untuk penyerahan kekuasaan (istilamul hukmi),” jelasnya.
Rasulullah saw. pun sebutnya, melakukan thalabun nushrah selama 3 tahun. Beliau mengontak 40 kabilah, yang memberikan kekuasaan adalah kabilah Aus dan Khazraj, mereka disebut kaum Anshar.
Ia pun mengingatkan bahwa partai politik Islam harus menjalani proses menegakkan Islam dengan mengikuti jejak langkah Rasulullah saw. dan tanpa melenceng sehelai rambut pun.
“Inilah satu-satunya jalan untuk membangkitkan umat, satu-satunya jalan untuk mengembalikan Islam ke kancah kehidupan, karena hanya Khilafah yang dapat menjaga eksistensi Islam,” pungkasnya. [Siti Aisyah]
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar