Siti Rima Sarinah
#MutiaraAl-Qur'an — Allah Swt. menciptakan manusia dengan memberikan akal untuk mengemban amanah mengelola kehidupan dunia sesuai aturan yang telah ditentukan-Nya. Manusia tidak diberikan kebebasan untuk mengatur dirinya dikarenakan manusia adalah makhluk yang lemah, serba kurang, dan terbatas. Sehingga manusia diberikan seperangkat aturan yang sempurna dari Zat yang menciptakannya agar manusia bisa menunaikan tugasnya di dunia sebagai seorang hamba.
Allah Swt. berfirman yang artinya, ”Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (Surah Ali-Imran: 110)
Dalam ayat di atas dijelaskan predikat umat terbaik yang disematkan oleh Allah Swt. kepada umat muslim yang senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar sebagai amanah mulia yang ditaklifkan oleh Allah. Tatkala amanah ini tidak ditunaikan atau ditinggalkan maka predikat umat terbaik akan hilang dari umat muslim. Karena amar makruf nahi mungkar adalah aktivitas mulia agar seluruh umat manusia selalu berada dalam naungan cahaya kebaikan dan keberkahan serta menjauhkan manusia dari kemaksiatan dan kezaliman.
Umat terbaik itu pernah hadir dan berjaya hingga ratusan tahun lamanya di masa kejayaan Islam. Generasi emas dan terbaik yang telah menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban mulia adalah para ilmuwan, para penemu, para penakluk, dan polymath. Mereka adalah sosok-sosok generasi yang senantiasa berlomba-lomba memberikan ilmunya untuk kemaslahatan umat manusia hingga hari ini.
Namun sayangnya, kondisi generasi muslim saat ini sangat jauh dari kata umat terbaik dan dalam kondisi yang paling buruk. Mereka dididik dengan sistem pendidikan liberal dan menihilkan peran agama dalam kehidupan. Membuat generasi muslim hidup dalam serangan berbagai kerusakan di seluruh lini kehidupan mereka. Mereka gemar tawuran, bullying, pergaulan bebas, narkoba hingga menjadi sasaran empuk kaum penyimpangan seksual. Bahkan dengan mudahnya mereka bagian dari komunitas kaum pelangi atas dasar kebebasan.
Bukan hanya itu, gaya hidup hedonis juga mewarnai kehidupan generasi muslim. Krisis mental yang menghinggapi diri generasi muslim sehingga kerap kali mereka mengakhiri hidupnya karena tidak sanggup dengan tekanan hidup yang sangat berat. Tak terlihat sedikit pun jati mereka sebagai seorang muslim, karena orientasi hidupnya telah dialihkan hanya untuk mengejar materi, pujian manusia dan eksistensi diri. Mereka bahkan melupakan bahwa apa yang dilakukan di dunia akan dimintai pertanggungjawaban.
Kerusakan generasi muslim hari ini merupakan buah dari penerapan sekularisme yang menjadi aturan dan sistem kehidupan yang kita hidup di dalamnya. Dari sekian banyaknya generasi muslim hanya sebagian kecil yang berpegang teguh pada aturan syariat Islam, yakni yang berusaha mengingat mereka akan kembali pada aturan kehidupan yang sesungguhnya. Akan tetapi justru mereka dilabeli sebagai radikal, teroris, dan stigma-stigma negatif lainnya.
Di sisi lain, negara yang seharusnya menjadi perisai untuk melindungi generasi dari berbagai kerusakan, justru seakan menutup mata dan telinga melihat kerusakan generasi yang makin parah. Bahkan negara membiarkan berbagai tayangan dengan mudah masuk merusak pemikiran dan sikap generasi di berbagai media. Padahal, masa depan bangsa ini berada di tangan generasi muslim. Jika mereka dalam serangan kerusakan di seluruh lini kehidupannya, bagaimana nasib masa depan bangsa ini di masa yang akan datang.
Perangkap kerusakan ini sejalan dengan tujuan musuh-musuh Islam yang ingin menjauhkan generasi muslim sebagai umat terbaik. Berbagai kerusakan baik pemikiran dan perilaku ditransfer ke negeri-negeri muslim untuk merusak generasi dan melenakan mereka dengan beragam kerusakan tersebut. Hal ini dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk menghalangi kebangkitan Islam karena mereka sangat memahami tatkala generasi muslim mengenggam kuat pemikiran Islam maka akan sulit bagi mereka untuk menghancurkan Islam dan umatnya.
Hal ini seharusnya disadari oleh seluruh umat muslim bahwa bahaya sedang mengintai mereka yang berasal dari musuh-musuh Islam. Menjadi tugas dari para pengemban dakwah untuk terus mengopinikan Islam beserta syariat-Nya dan tidak terkecoh apa pun dari Barat yang ingin menghancurkan umat Islam dengan berbagai macam cara. Menyadarkan umat Islam tujuan penciptaan kita di dunia untuk terikat dengan aturan Allah dan hanya menerapkan aturan Allah, bukan yang lainnya.
Tatkala mafahim, maqayis, dan qonaat umat telah merujuk kepada Islam, maka umat akan dapat membendung serangan dari Barat baik pemikiran maupun perilaku yang merusak. Umat hanya ingin diatur dengan aturan Allah dalam naungan Khilafah yang akan menjadi perisai (junnah) untuk melindungi generasi dan umat dari berbagai kerusakan yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam.
Khilafah akan menjaga generasi muslim dengan sistem pendidikan Islam, sehingga menghasilkan generasi yang memiliki kepribadian Islam (pola pikir dan pola sikap Islam) dan seperangkat aturan agar tak satu pun hal yang dapat merusak generasi. Dengan kesempurnaan penjagaan pada generasi inilah, Islam berhasil mencetak generasi-generasi terbaik yang mumpuni di berbagai bidang kehidupan dan mampu menyelesaikan persoalan hidup sesuai dengan tuntutan syariat. Keberadaan mereka beserta keilmuannya menjadi wasilah tersebarnya opini dakwah Islam hingga hari ini dirasakan oleh umat manusia. Wallahualam.

Komentar
Posting Komentar