#Reportase — Jumat, 7 Februari 2026 di suasana pagi yang cerah mengiringi kehadiran para peserta acara KGMI (Komunitas Guru Muslimah Inspiratif) Meet Up. Mengangkat tema kritis "Problematika Sistem Pendidikan Sekuler", acara ini menjadi ruang kontemplasi bagi para pendidik untuk melihat realitas dunia pendidikan yang tengah suram, sekaligus menemukan solusi tuntas berdasarkan aturan Sang Pencipta.
Memahami Akar Masalah: Cengkeraman Sekularisme
Dalam sesi pertama, pemateri Ustazah Dzakiyyah Sholihah mengupas tuntas akar sejarah dan definisi sekularisme. Beliau menjelaskan bahwa sekularisme adalah paham yang memisahkan urusan agama dari negara dan ruang publik. Lahir di Eropa pasca-Abad Pertengahan sebagai reaksi atas dominasi gereja, paham ini menyebar ke seluruh dunia, termasuk negeri-negeri muslim, melalui arus kolonialisme Barat.
Penerapan sekularisme dalam pendidikan terbukti gagal menyelesaikan masalah dasar. Fakta di lapangan menunjukkan ketimpangan gaji antara guru honorer dan pegawai tertentu, hingga besarnya anggaran pendidikan yang justru terkuras untuk kepentingan politik tertentu. Akibatnya, krisis moral seperti kekerasan, tawuran, narkoba, hingga jeratan judi online dan pinjol makin marak di kalangan generasi muda karena hilangnya pondasi agama dalam keseharian.
Pendidikan Kapitalisme: Komersialisasi dan Hilangnya Karakter
Lebih lanjut, dipaparkan bahwa sistem pendidikan saat ini dikendalikan oleh logika kapitalisme global. Pendidikan tidak lagi dianggap sebagai hak dasar, tapi barang dagangan (privatisasi). Hubungan antara lembaga pendidikan dan peserta didik bergeser menjadi transaksi antara penjual dan pembeli.
Output yang dihasilkan pun cenderung materialistis. Siswa hanya dipersiapkan sebagai tenaga produktif untuk kebutuhan industri dan pasar kerja. Akibatnya, lahir generasi yang berkarakter hedonis, individualis, dan pragmatis, karena orientasi belajar mereka hanya berpusat pada materi dan nilai ekonomi semata.
Sistem Pendidikan Islam: Mencetak Generasi Bertakwa dan Ahli Sains
Sebagai solusi fundamental, forum ini menawarkan Sistem Pendidikan Islam yang berlandaskan akidah. Dalam Islam, negara berkewajiban menjamin pendidikan bagi setiap warga negara sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt. Kurikulumnya dirancang untuk membangun kepribadian Islam yang kokoh serta menguasai ilmu kehidupan seperti matematika, sains, dan teknologi.
Negara memiliki peran sentral dalam menyediakan tenaga pendidik berkualitas yang dijamin kesejahteraannya. Dengan dukungan sarana prasarana yang memadai dari negara, akan lahir para ulama mujtahid dan inovator yang menghasilkan karya penemuan besar. Output-nya adalah generasi yang mendalam pemikiran Islamnya (tafaqquh fiddin) sekaligus terampil dalam ilmu dunia, sehingga mampu menegakkan amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat.
Penutup dan Komitmen Bersama
Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi, ketika para guru berbagi problematika sistemik yang mereka temui di sekolah masing-masing. Kesimpulan dari pertemuan ini menegaskan bahwa segala permasalahan pendidikan hanya dapat diselesaikan dengan penerapan sistem Islam secara kafah.
Acara ditutup dengan komitmen kuat untuk terus beramal dan menyebarkan solusi Islam. Dengan kembali pada aturan-Nya, diharapkan akan lahir peradaban mulia yang membawa keberkahan bagi seluruh alam, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
P

Komentar
Posting Komentar