Kurikulum Kapitalisme: Banyak Ujian, Minim Perubahan

 




Refi Oktapriyanti



#Wacana — Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengungkapkan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP sementara tidak jauh berbeda dengan hasik TKA SMA. TKA SMA saat ini pun masih berlangsung pada sebagian sekolah sampai 16 April 2026. 

Selain itu, salah satu yang menjadi fokus Kemendikdasmen berusaha tingkatkan merupakan kemampuan numerasi dan literasi siswa. Masalah ini salah satunya tampak dari skor Programme for International Student Assesment (PISA) 2022 di Indonesia yang masih rendah. 

Didapatkan dari data hasil TKA jenjang SMA/sederajat yang digelar pada November 2025, rata-rata nilai TKA Matematika hanya 36,10. TKA Bahasa Inggris 24,93 dan Bahasa Indonesia 55,38. 


Rusaknya Kurikulum Pendidikan Sistem Kapitalisme

Hal di atas menunjukan bahwa terjadinya stagnasi pada kualitas pendidikan, secara logika seharusnya jenjang pendidikan yang tinggi mencerminkan penguasaan materi yang lebih kompleks, tidak di samakan dengan pendidikan jenjang yang lebih rendah. 

Masalahnya pada kurikulum pendidikan yang terlalu dangkal atau metode evaluasi yang tidak mampu membedakan standar kompetensi antarjenjang. Selain itu, fokus untuk kemampuan berpikir kritis sangat kurang dibandingkan dengan hafalan dan nilai hasil saja. 

Kerusakan kurikulum pendidikan ala kapitalisme sangat berpengaruh pada masa depan anak bangsa, sehingga dapat menurunkan kecerdasan dan kemampuan berpikir kritis karena sekolah pun hanya fokus pada nilai hasil demi citra sekolah untuk meningkatkan akreditasi, bukan memusatkan perhatian pada kecerdasan dari proses yang diraih oleh para siswa. 


Kurikulum Pendidikan dalam Islam

Berbeda dengan Islam, pendidikan dalam Islam tidak hanya berorientasi pada nilai (output), tetapi juga pada pembentukan pola pikir (outcome) dan membentuk kepribadian Islam yang berstandarkan pada akidah Islam. Untuk mewujudkan hal tersebut, Islam membuat kurikulum yang mengembangkan pemikiran analitik, berpikir kritis serta metode pemikiran pada pengetahuan yang diberikan untuk meraih rida Allah Swt. 

Kurikulum pendidikan Islam disusun secara terstruktur dan terperinci dari jenjang TK sampai jenjang sekolah tinggi, sehingga mampu diserap dan dimengerti oleh setiap siswa setiap masing-masing jenjang pendidikan. Islam juga menekankan bahwa menuntut ilmu itu merupakan suatu kewajiban untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan cerdas, bukan sekadar pemenuhan administratif.



Komentar