#Reportase — Diskusi Publik Muslimah Inspiratif Bekasi kali ini mengangkat tema “Takwa Paripurna Menjemput Nashrullah” dihadiri puluhan tokoh muslimah yang telah diselenggarakan Sabtu, 11 April 2026, di Kota Bekasi.
Acara dibuka dengan pernyataan dari Ibu Kristiati Supardi, S.E., M.I.Kom., sebagai moderator yang menjelaskan kondisi umat muslim saat ini, begitu miris bahkan saat bulan Ramadan lalu tetap di hujani bom, dihancurkan dan dibumihanguskan oleh Z*onis. Tergambar dalam video yang ditayangkan bagaimana kondisi umat muslim di Gaza, Palestina. Ia menambahkan lembaga BoP (Board Of Peace) yang dibentuk Amerika pun tidak mampu menghentikan apa yang dilakukan Z*onis terhadap umat muslim. BoP sejatinya untuk melegitimasi Z*onis dalam membentuk “New Gaza”.
Narasumber pertama Ustazah Maya Sri Maryani, S.Pd., M.Pd., menerangkan bahwa umat Islam sejatinya adalah umat terbaik, tapi realitasnya saat ini belum tergambarkan. Idulfitri tahun ini digambarkan dalam kondisi tirani, umat Islam di Timur Tengah sangat mencekam akibat peperangan tiada henti. Bukan hanya di Palestina, melainkan makin meluas ke daerah lainnya. Hal ini disebabkan umat Islam belum bersatu dan dibatasi batas teritorial (nation state).
Negeri-negeri muslim lainnya hanya menonton dan bersikap netral. Mereka tidak berprinsip political will (keinginan melawan). Umat muslim saat ini masih sibuk dengan kepentingannya masing-masing. Belum ada kesadaran emosional karena kesadaran tersebut belum bisa menjadi kesadaran politik yang sistemik. Padahal umat Islam dikatakan sebagai satu tubuh.
Umat muslim sudah kehilangan ikatan persatuan antarumat Islam lainnya. Kembalinya sang perisai adalah solusi bagi kondisi umat Islam saat ini. Oleh sebab itu, umat Islam butuh wadah (komunitas) yang mampu menyatukan seluruh umat muslim di dunia dengan menerapkan Khilafah sebagai solusi satu-satunya untuk menjaga serta melindungi dari kekejaman para musuh Islam. Khilafah adalah wadah penerapan hukum-hukum Allah Swt.
Ir. Ummu Azkia Fachrina, M.A., sebagai narasumber berikutnya menyampaikan bahwa kemarin akar kebaikan telah di pupuk selama bulan Ramadan dengan puasa dan salat khusyuk serta sedekah tanpa putus. Di bulan Ramadan banyak mengejar target agar menjadi orang yang bertakwa dan mendapatkan nashrullah (pertolongan Allah). Namun, realitas sistem saat ini yang dibuat manusia sama sekali tidak memberikan kebahagiaan. Sebab, kaum muslimin hampir di seluruh dunia menderita, sehingga menuju ketakwaan paripurna sulit dicapai.
Beliau mengumpamakan kelopak bunga yang menjadi kelopak-kelopak takwa, tetapi tanpa riayah (pengurus) maka akan rontok satu per satu. Pentingnya riayah agar adanya keterikatan terhadap syariat itu pasti. Maka, untuk mendapatkan kemenangan hakiki setelah bulan Ramadan, selain kemenangan internal (puasa) perlu kemenangan eksternal dengan meraih nashrullah.
Dengan meraihnya, bisa membebaskan kaum muslimin dari penjajahan. Allah menjanjikan kemenangan kepada umat-Nya yang dizalimi oleh kaum kafir dan Allah akan memberikan pertolongan bagi umat-Nya. Nashrullah tidak bisa ditunggu, tetapi harus dijemput dengan cara berdakwah, berkorban, ikhlas di jalan Allah Swt. serta optimis bahwa pertolongan Allah Swt. akan segera datang. Wallahualam bissawab.[Rifka]

Komentar
Posting Komentar