#SuaraMuslimah — Pengadaan Proyek Strategis Nasional yang telah berjalan puluhan tahun dari masa SBY di Papua justru menjadikan masyarakat terbelakang. Dalam film dokumenter Pesta Babi digambarkan bahwa pemerintah justru tidak menyejahterakan rakyat. Sesungguhnya di posisi mana negara berpihak bila di proyek strategis negara justru rakyat sengsara. Untuk menjawab hal itu, tim Musimah Jakarta berbincang dengan Ibu Syifa' Nafisah, S.Si., Apt.
Q: Menurut Ibu apakah yang mendorong pemerintah mempertahankan proyeknya walaupun rakyat sengsara?
A: Karena pemerintah berpihak pada oligarki yang membuat mereka bisa berkuasa saat ini. Jadi mereka harus membuat kebijakan-kebijakan yang menguntungkan para oligarki. PSN hanya sebagai kedok saja seakan-akan demi kepentingan rakyat padahal demi kepentingan para oligarki.
Q: Di manakah fungsi negara bila rakyat tidak disejahterakan? Bagaimana Islam memandang hal ini?
A: Negara dalam sistem kapitalisme ini hanya sebagai regulator atau yang mengeluarkan ijin konsesi-konsesi pertambangan, deforestasi, pembukaan lahan yang itu untuk kepentingan para oligarki. Negara hanya sebagai budak para oligarki dan rakyat menjadi korbannya. Di dalam Islam, negara mempunyai tanggung jawab besar dalam menyejahterakan rakyatnya bukan para oligarki.
Q: Investorlah yang justru makin kaya karena diberi banyak kemudahan. Menurut Ibu apa yang salah dalam hal ini?
A: Salah dalam tata kelola SDA dengan memberikan hak mengelola SDA pada para oligarki. Negara yang harusnya mengelola SDA untuk dikembalikan hasilnya bagi kesejahteraan rakyat. Sedangkan di dalam Islam, negaralah yang harus mengelola SDA dan dikembalikan hasilnya bagi kesejahteraan rakyat. Muslim berserikat dalam tiga hal yaitu air, padang gembalaan atau hutan, api atau energi (Hadis Riwayat Abu Dawud dan Ahmad). SDA merupakan kepemilikan umum yang dikelola oleh negara dan hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat.
Q: Presiden terus berganti tapi kesejahteraan rakyat tak kunjung lebih baik. Menurut Ibu apa yang harus diperbaiki dari hal ini?
A: Kembali ke syariat Islam dan sistem Islam yang rahmatan lilalamin. Karena sistem kapitalisme saat ini terbukti bobrok dan tidak mampu menyelesaikan permasalahan kesejahteraan rakyat ini. Karena Kapitalisme hanya untuk kesejahteraan 1% yaitu para oligarki dan bukan untuk kesejahteraan 99% rakyat. Maka selama Indonesia tetap memakai sistem ini, walaupun dengan berganti pemimpin maka tidak akan ada perubahan karena negara dikendalikan oleh para oligarki demi kepentingan bisnis mereka. Maka kembalilah pada sistem Islam yang telah terbukti mampu menyejahtetakan rakyat.

Komentar
Posting Komentar