Mubaligah Bogor: Bersama Membangun Peradaban Islam



#Reportase — Para tokoh muslimah mubaligah Bogor menghadiri diskusi hangat dalam agenda Majelis Muzakarah Mubaligah yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Bogor. Open speech disampaikan oleh Dra. Hj. Ida Farida Darwi, M.A., dengan tema "Transformasi Majelis Taklim sebagai Pilar Kebangkitan Umat dan Penyelamat Generasi". Pemaparan materi oleh dr. Hj. Arum Harjanti dengan tema “Mewujudkan Peradaban Islam yang Mulia".

"Muharam adalah peringatan hijrah yang dijadikan momentum perubahan majelis taklim dari majelis yang hanya kumpul menuju majelis pencipta kader. Dari ceramah rutinan menuju pembinaan yang menyelamatkan generasi," ungkap Ustazah Ida Darwi. Majelis taklim sebagai pabrik peradaban berperan membangun akidah dari lingkup keluarga melawan sekularisme. Membangun syariat dengan memahamkan umat terkait fikih ibadah, muamalah, sosial media, akhlak, dan seterusnya.

Ustazah Arum membenarkan bahwa peran majelis taklim sangat besar dalam membentuk muslimah bertakwa, salihah, dan paham Islam. Sebab muslimah salihah menjadi madrasah pertama yang akan mencetak masyarakat dan generasi islami. Di sisi lain, muslimah dihadapkan pada banyak persoalan dalam berbagai bidang yang harus diselesaikan dari akarnya. Misalnya, tekanan ekonomi dan gaya hidup menjadikan muslimah sebagai tulang punggung kedua, bahkan utama. Godaan riba dan bekerja yang melanggar syariat terpaksa dilakukan untuk mendapatkan harta asal lancar tapi haram. Hal ini bukan semata kesalahan individu, tetapi permasalahan sistemik yang terjadi di berbagai tempat. 

Menurut dr. Arum, hal itu terjadi karena aturan Islam belum dijadikan untuk mengatur kehidupan dunia (sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan, politik, dsb.). Urusan kehidupan diatur dengan akal manusia yang membuat aturan dan undang-undang, sedangkan aturan agama dipinggirkan. Inilah sekularisme yang menjadikan aturan agama hanya untuk urusan pribadi (ibadah, pernikahan, kematian). Padahal akal manusia lemah dan terbatas, akibatnya aturan bertentangan dengan aturan Allah dan tidak memberikan solusi. Akal manusia hanya berpikir pada keuntungan baik materi atau manfaat meski bertentangan dengan Islam.

Penerapan sekularisme–kapitalisme mengakibatkan kesengsaraan dunia dan akhirat. Dampaknya dirasakan di dunia berupa ketimpangan ekonomi dan sosial, krisis moral, bencana alam, dan di akhirat berupa azab Allah. Solusi atas kesengsaraan dunia akhirat adalah mewujudkan iman dan takwa, masyarakat mau taat pada aturan Allah sehingga Allah menurunkan keberkahan di langit dan bumi. Caranya, masyarakat harus hijrah meninggalkan dosa dan kekufuran menuju ketaatan kepada Allah secara kafah (keseluruhan).

Ia menegaskan bahwa hijrah bukan sebatas perubahan individu, tetapi perubahan tatanan masyarakat. Memaknai hijrah harus mengikuti makna hijrah Rasulullah saw., yaitu perpindahan total dari tatanan kehidupan jahiliah (hukum buatan manusia) menuju penerapan seluruh aturan Islam dalam institusi negara. Islam hadir sebagai sistem hidup yang sempurna dan wajib diterapkan. Penerapan Islam secara kafah membawa rahmat bagi semua dan menyelesaikan seluruh problem manusia.

Negara dalam sistem Islam berfungsi sebagai benteng keimanan (perisai) yang melindungi akal dan moral generasi muda. Kebijakan media dan informasi akan menyaring secara ketat dari hulu, konten merusak seperti judi online, pornografi, dan tayangan buruk dan merusak lainnya akan diblokir total secara hukum. Negara menetapkan sanksi yang menjerakan. Menetapkan kurikulum pendidikan berbasis akidah Islam yang dirancang khusus untuk mencetak generasi berkepribadian islami—yakni generasi yang memiliki pola pikir dan pola jiwa yang bertakwa, sekaligus menguasai sains dan teknologi untuk memajukan peradaban. Semua itu akan terwujud jika negara menerapkan aturan Islam secara kafah.

Mubaligah punya tanggung jawab meningkatkan kualitas jemaah majelis taklim, yakni membangun pemikiran, perasaan, peraturan islami sehingga terwujud amar makruf nahi mungkar serta tidak menggunakan hukum selain Allah. Meluaskan materi kajian agar umat mengenal Islam kafah, bekerja sama dengan seluruh komponen umat, membimbing umat memperkuat iman dan membersamai umat berjuang menerapkan Islam kafah, pungkasnya.[Mitri] 

 




Komentar