#Reportase — Mubalig Kota Depok Ustaz Syamsuddin Ramadhan an-Nawiy menegaskan, kejujuran akan mampu mewujudkan keberkahan. “Dengan kejujuran akan memberikan keberkahan,” ungkapnya dalam Forum Kajian Keluarga Sakinah: "Kejujuran Kunci Keberkahan Masyarakat dan Negeri", Ahad (21/09/2026) di Depok.
Menurutnya, hal tersebut dapat dilihat dari hadis yang diriwayatkan Hakim bin Hizam, Rasulullah bersabda: “Dua orang yang berjual beli, masing-masing memiliki khiyar (hak pilih) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya saling berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya memperoleh keberkahan dalam transaksi jual belinya. Sebaliknya bila keduanya saling berdusta dan saling menutup-nutupi, niscaya keberkahan keduanya akan dihapus,” bebernya di hadapan puluhan peserta.
“Dari Hadis di atas bisa dikatakan bahwa kita harus jujur dalam melakukan transaksi apa pun, karena itulah menjadi sebab akan diperoleh keberkahan. Jikalau Individu-individunya jujur, punya sifat jujur, maka individu-individu itu akan selalu berkata dan berbuat dengan benar sesuai dengan syariat, tidak akan berbohong, selalu menjaga amanah dan menunaikan amanah sebaiknya-baiknya, lalu ia juga berani mengoreksi penyimpangan individu lain, masyarakat maupun penguasa,” jelasnya.
Ia pun menilai, kalau orang jujur itu tidak ada takutnya, orang tersebut akan senantiasa berkata jujur. Kalau yang biasanya takut, bicara takut, mengoreksi takut, orang seperti itu biasanya pembohong. Namun, lanjutnya, kalau dia orang jujur tidak akan merasa takut, karena orang jujur insya Allah benar, kalau orang itu benar pasti tidak akan pernah takut sedikit pun.
“Jika masyarakatnya jujur, maka akan ada di masyarakat itu kelompok atau organisasi yang tegak di atas Islam, karena kejujuran itu tadi. Lalu melakukan muhasabah dan kontrol terhadap masyarakat dan penguasa, melakukan aktivitas politik yang jujur sesuai dengan Islam semata,” ujarnya.
Apabila negaranya jujur, tambahnya, maka akan negara menerapkan Islam secara kafah di dalam negeri dan menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad. “Negara akan menciptakan keadilan dan kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat berdasarkan syariat Islam,” sebutnya.
Selain itu, tuturnya, negara juga akan menjaga masyarakat dari musuh-musuh Islam dan kaum muslimin, serta negara akan menjaga kesucian dan kehormatan Islam dan kaum muslimin.
“Kalau semuanya jujur, individunya jujur, masyarakatnya jujur, negaranya jujur, pemimpin dan komandannya jujur, maka pasti akan timbul keberkahan, Itu pasti. Oleh karena itu supaya masyarakatnya jujur, penguasanya jujur. Haruslah kita mulai dari diri kita sendiri, individunya jujur harus jujur terlebih dahulu. Sudahkah kita punya sifat jujur?” tanyanya.
Lalu ia pun mengajak kita untuk merenungi perkataan Abu Bakar as-Shidiq ketika beliau diangkat sebagai Khalifah: "Wahai manusia, sesungguhnya aku diangkat menjadi pemimpin kalian, dan aku bukanlah orang terbaik dari antara kalian, maka jika aku berbuat baik bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskan aku. Kejujuran adalah amanah, dan kebohongan adalah pengkhianatan.” [Sari Liswantini]

Komentar
Posting Komentar