Vinsi Pamungkas
#Remaja — Kamu-kamu yang ngikutin berita viral, pasti langsung ngerti konten 'a day in my life' mana yang dimaksud judul di atas. Karena di media sosial, hampir semua konten kreator bikin konten 'a day in my life'. Konten yang nyeritain keseharian atau hari tertentu si konten kreator mulai dari bangun pagi sampe mau tidur.
Nah, yang viral adalah konten 'a day in my life' nya dua cowok dengan inisial MR (27) dan MA (24). Di video tersebut mereka main ke kebun di area perbukitan daerah Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Mereka di sana bukan untuk menikmati pemandangan, apalagi trekking. Tapi melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Video yang dibuat Juli 2026 ini meledak di awal September, dan sampe ke matanya polisi. Keduanya diamankan oleh polisi saat berada di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Fix Masyarakat Indonesia 'Sakit'
Penyebab Utama 'Sakit'nya Masyarakat
Saat ada orang yang sakit demam, dokter yang hebat gak akan cuma nyembuhin demamnya. Tapi bakalan nyari tau, apa sih yang bikin orang itu jadi demam. Apakah ada infeksi, ada radang di tenggorokan, atau luka yang belum ketauan. Kalau udah ketauan penyebab demamnya, maka penyebab itu yang akan segera disembuhkan.
Nah, masyarakat yang 'sakit' ini wajib banget dicari tau penyebab utama yang bikin mereka 'sakit'. Kalau kita perhatiin lebih dalam dan lebih detail, 'sakit'nya ini bersumber dari kebebasan yang kebablasan. Bablas dari aturan agama dan norma, yang sedihnya malah dijamin sama negara.
Di negara ini, perempuan maupun laki-laki bebas pake baju model apa pun selama gak ada yang protes. Bergaul dengan sesama jenis atau lawan jenis juga bebas, lagi-lagi selama gak ada yang komplain. Bikin konten juga sama. Terserah, sakarepmu, kumaha maneh wae.
Kebebasan Butuh Aturan Islam Kafah
Kebebasan yang sudah kronis di masyarakat butuh obat mujarab untuk menyembuhkannya. Satu-satunya obat mujarab yang bisa nyembuhin masyarakat adalah aturan Islam. Kebebasan yang kebablasan ini dibatasi oleh aturan Islam yang gak diragukan lagi kebenarannya dan sudah terbukti mampu memberantas penyimpangan seksual.
Berikut ini aturan-aturan Islam yang mampu mencegah terjadinya penyimpangan seksual, yaitu: a) Islam melarang sesama jenis tidur satu selimut, b) meskipun sesama jenis, tetap ada batasan aurat yang boleh terlihat oleh sesama jenis. Jadi jangan mandi bersama tanpa berpakaian sama sekali, c) tidak menormalisasi jika ada yang terlihat menyimpang. Jika aturan ini sering dilanggar, maka gak heran muncul banyak boti di Indonesia. Jika sudah ada boti, Islam tidak membiarkannya, tapi memberikan mereka sanksi atas penyimpangan yang mereka lakukan secara sadar. Sanksi yang membuat boti jera dan calon boti ketakutan. Sanksi tersebut adalah dibunuh dengan cara dijatuhkan dari gedung yang tinggi.
Aturan pencegahan dan penanggulangan tadi telah dicontohkan oleh Rasulullah saw., sehingga menjadi dalil bagi kita saat menerapkan aturan Islam secara kafah. Sudah saatnya aturan Islam yang menjadi pengatur seluruh masyarakat agar penyimpangan seksual yang dapat mengundang azab Allah ini dapat diselesaikan dengan tuntas.

Komentar
Posting Komentar