From Rebahan to Turun ke Jalan

 


Rini Sarah


#Remaja — Gen Z dan rebahan adalah dua sisi mata uang. Tak terpisahkan. Di mana ada Gen Z, di situlah teronggok dia sedang rebahan sambil HP-an. But wait, sepertinya kita perlu merevisi statement tadi. Hari ini kita dapati Gen Z sudah tidak hanya rebahan lagi, tapi mereka mulai bangun dari peraduan lalu turun ke jalan! Wow!


Yups, Gen Z memang sudah turun ke jalan. Aksinya ternyata bukan aksi kaleng-kaleng! Mereka bahkan berhasil menurunkan beberapa rezim! Banglades, Sri langka, Nepal, Bulgaria, Madagaskar, hingga Peru bertekuk lutut di hadapan aksi Gen Z. Para petinggi negara tersebut  terpaksa harus kehilangan mahkota kekuasaan. Wow gak tuc?! Negara kita juga sempat diprediksikan akan mengarah ke sana, ketika Gen Z Indonesia sempat turun ke jalan dalam aksi #bubarkanDPR.  Tapi tidak jadi. Pemerintahan Prabowo–Gibran masih bisa mempertahankan posisinya.


DNA Aktivisme


Fakta-fakta di atas memang berhasil meruntuhkan stigma atas Gen Z. Gen Z pemalas, manja, hedon, tidak peduli—ternyata tidak benar, at least  tidak semua Gen Z sifatnya demikian. Ada loch Gen Z yang ternyata juga peduli akan kondisi masyarakat dan dunia ini. Mereka ternyata bisa bergerak dengan sebuah misi untuk memperbaiki dunia ini. Mereka pun juga punya inisiatif menjaga agar misinya tidak terbajak. Mereka dengan cerdik memanfaatkan platform komunikasi para gamers (Discord) untuk melakukan pemilu. Hasilnya terpilih Shusila Karki sebagai Perdana Mentri Sementara di Nepal. Mindblowing banget sih idenya. Hal ini bisa kita simpulkan ternyata Gen Z masih punya gen aktivisme.


Gen aktivisme adalah sesuatu di dalam diri Gen Z bahwa mereka bisa menjadi pelopor bagi perubahan sebuah masyarakat. Hal itu bisa diwujudkan dalam berbagai gerakan. Bisa gerakan digital alias di dunia maya maupun gerakan di dunia nyata.  Jika di dunia Gen Z yang native digital, mereka biasanya memulai gerakan digital lalu merembet ke dunia nyata. Walau pun ada juga sih yang ngga sampai ke dunia nyata. Hanya berupa gerakan di sosmed dengan mengkampanyekan tagar (#) tertentu.


Tentu saja kita berharap bahwa gerakan Gen Z ini tidak berakhir hanya sebagai euforia lalu ending-nya gitu-gitu juga. Nasib rakyat gak berubah. Kelakuan penguasa juga sama saja, even lebih nggak banget. Hanya ganti pelaku saja. Selain itu, kita juga tidak berharap dong kalau pola gerakan Gen Z itu hanya bersifat sesaat yang memadamkan gejala-gejala saja.  Ramai, viral, lalu melempem lagi. Kita berharap potensi Gen Z bisa diarahkan untuk mengubah kondisi secara hakiki.


Ngaji Islam Kafah


Gen aktivisme Gen Z memang tidak bisa dibiarkan tumbuh liar. Ia harus diarahkan. Agar perjuangannya terarah dan menjadi generasi pelopor perubahan hakiki. Maka dari itu perlu adanya upaya mengajak Gen Z agar bisa memahami hakikat dari semua kekacauan ini plus the real solusi bagi berbagai huru-hara tadi. Upaya ini bisa dilakukan oleh generasi sebelum Gen Z atau kalangan Gen Z yang sudah mempelajari  hal demikian terlebih dulu. No need to think bahwa generasi lebih tua itu gak akan paham Gen Z. No need juga berpikir klo ada gap antara Gen Z dan gen- gen sebelumnya. Masalah kita sama kok dan tentu saja amanah kita juga sama, yaitu mengubah dunia ini agar kembali aman damai dalam asuhan syariat Islam.


Yup, masalah hidup kita kan memang bermula dari ditinggalkannya pemahaman Islam kafah yang sebenernya itulah Islam yang ori, Islam yang genuine. Kejadian makin kacau pas datang seorang Bapak bernama Mustafa Kemal yang meruntuhkan negara yang menerapkan syariat Islam kafah tadi. Sudahlah musnah semua. Payung negara Islam tertutup, lenyaplah kehidupan Islam. Dari situlah episode demi episode penderitaan dan kekacauan di mulai. Firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an Surah Thoha Ayat 124 terjadi. Manusia berpaling dari peringatan Allah, maka kehidupan sempit melanda manusia.


Nah, untuk melakukan upaya mengembalikan kehidupan Islam itu tentu tidak lahir dari ruang hampa atau kotak sihir. Semua ada prosesnya. Prosesnya adalah dengan membentuk kristalisasi pemikiran Islam kafah dalam benak manusia termasuk Gen Z. Hingga Gen Z sadar tujuan ia diciptakan dan mengerti apa solusi bagi permasalahan dia dan umat. Selain itu, Gen Z juga akan mempunyai kesadaran politik, hingga dia mampu menganalisis suatu peristiwa dan memberi solusi syari bagi peristiwa itu. Bonus bagi orang yang punya kesadaran politik adalah dia tidak akan gampang kena scam orang-orang yang memang berupaya agar Gen Z tetap jadi korban bagi kepentingan-kepentingan mereka dan membelokkan gen aktivisme Gen Z sesuai keinginan mereka bukan untuk kebaikan bagi umat.


Nah, untuk meraih semua itu, Gen Z harus ikut dalam pembinaan Islam kafah. Dalam pembinaan Islam kafah, Gen Z akan dibina dengan proses penanaman akidah islamiah yang kokoh dan produktif. Artinya, Gen Z akan sadar ketika dia mendeklarasikan diri sebagai muslim, maka dia harus rida untuk terikat kepada syariat Islam secara kafah yang hanya bisa diterapkan utuh oleh negara Islam. Lalu Gen Z akan dibina juga agar dia sadar negara Islam yang dimaksud itu belum ada saat ini, hingga dia sadar harus terjun ke dalam medan dakwah guna diterapkannya syariat Islam kafah oleh negara Islam yang disebut Khilafah. Dia akan senantiasa semangat bergerak dan mengharamkan dirinya untuk diam dan nonton orang berjuang. 


Perjuangan seperti ini, harus dipahami oleh Gen Z, tidak bisa dilakukan seorang diri, tapi harus berjemaah. Disini Gen Z harus jeli memilih jemaah yang memang berjuang menegakkan syariat Islam kafah. Selain itu, Gen Z juga harus paham bahwa menegakkan Islam kafah hanya bisa dilakukan bersama gerakan dakwah yang melakukan aktivitas politik. Aktivitas politik yang dimaksud disini adalah aktivitas berupa melakukan perang pemikiran hingga pemikiran kufur bisa dibersihkan dan diganti dengan pemikiran Islam. Lalu, melakukan perjuangan politik, membongkar makar jahat musuh Allah. Terakhir, menetapkan bagaimana urusan umat itu diselenggarakan harus sesuai dengan syariat Islam kafah.


Inilah hal-hal yang perlu Gen Z tempuh kalau mau gen aktivismenya berdampak signifikan bagi umat. Kuncinya mah ikut deh kajian Islam kafah. Biar aktivisme Gen Z ini gak diarahkan dan diasuh media yang emang mengusung nilai-nilai bertentangan dengan Islam. Cuz, kita turun ke dunia nyata. Lalu belajar Islam kafah di sana. And then, bergeraklah bersama-sama, bahu-membahu antar generasi mewujudkan amanah yang sama yaitu melanjutkan kembali kehidupan Islam dengan penerapan Islam kafah. Allahu Akbar!


Komentar