#Reportase — Di hadapan sekitar puluhan remaja muslimah yang hadir, Pemerhati Remaja dr. Hafshah Sumayyah menyatakan bahwa aturan-aturan yang Allah berikan sebagai batasan bukan untuk mengekang, melainkan untuk melindungi. “Aturan-aturan yang Allah berikan berupa batasan-batasan itu bukan untuk mengekang, melainkan untuk melindungi kita,” ungkapnya dalam Sisters Talk #1: "Dear Muslimah You're Precious", Ahad (09/08/2026) di Depok.
Adapun batasan-batasan tersebut, lanjut dr. Hafshah seperti menutup aurat dengan memakai jilbab dan kerudung, serta menjaga pandangan. Bahkan menurutnya, tubuh (para muslimah) adalah amanah. “Tubuh kita bukan bahan candaan orang lain, tubuh kita bukan hak orang lain untuk diperlakukan sesuka hati dan tubuh kita adalah amanah yang harus kita jaga,” sebutnya.
Ia pun menegaskan bahwa melihat tidak harus menikmati. Bahkan, menjaga pandangan adalah bentuk menghargai diri sendiri dan orang lain. Kenal tidak berarti boleh, dekat tidak berarti aman, dan suka tidak berarti berhak. “Batasan-batasan yang Allah berikan itu untuk menjaga diri, menjaga kehormatan, menjaga masa depan dan menjaga hubungan dengan Allah,” jelasnya.
Menurutnya lagi, hal tersebut diumpamakan pada sebuah rumah berpagar. “Kenapa rumah berpagar?” Apa fungsi pagar tersebut?" tanyanya. Para remaja pun antusias menjawab. Ada yang menjawab untuk menjaga rumah dan untuk membatasi akses orang asing masuk. "Iya boleh, untuk menjaga rumah, untuk membatasi akses siapa saja yang boleh dan enggak boleh masuk. Masya Allah,” seru dr. Hafshah.
Ia menekankan bahwa dengan aturan atau batasan tersebut Allah sedang mengajarkan bagaimana cara menjaga sesuatu yang berharga karena muslimah begitu berharga di sisi-Nya. [Ambarwati]

Komentar
Posting Komentar