Demon Hunters vs Boti Hunters



Vinsi Pamungkas



#Remaja — Gaes, masih inget gak sama film animasi KPop Demon Hunters yang petjah banget tahun lalu? Pastinya ya... film yang satu ini sampe dinobatkan jadi film asli Netflix yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah. Dia punya ide dan plot cerita yang unik. Rumi, Mira, dan Zoey yang bergabung dalam sebuah girlband bernama HUNTR/X (Huntrix), ternyata punya misi tersembunyi dibalik kepopuleran mereka. Misi rahasia itu adalah berburu demon (iblis) yang mengambil jiwa-jiwa manusia. Suara dan musik HUNTR/X dapat menjaga jiwa manusia dari serangan iblis. Film ini juga makin keren saat mereka bertiga beraksi dengan pedang dan belati melawan para iblis yang juga menyamar jadi boyband. Bikin penggemar KPop susah move on.

Aksi Boti Hunters

Ternyata, negeri Konoha juga gak mau kalah sama KPop Demon Hunters. Ini bukan film genre aksi, bukan juga film animasi. Tapi aksi nyata sejumlah pemuda yang menjuluki diri mereka sebagai boti hunters alias pemburu para boti (laki-laki yang berekspresi perempuan). Meskipun pake nama boti hunters, tapi aksi mereka di lapangan adalah menyerang para transpuan (laki-laki yang berdandan ala perempuan atau yang udah sampe operasi kelamin jadi perempuan). Fakta bahwa transpuan duluan yang kena sasaran para boti hunters, mungkin karena mereka yang keliatan banget penyimpangannya. Apalagi para transpuan ini, lagi jadi hunter juga, hunting pria hidung belang.

Dalam aksinya, boti hunters ngejar transpuan ugal-ugalan, dilempari batu atau benda yang lain, malah ada yang tega nyiram air kencing ke mereka. Boti hunters ini, beda sama HUNTR/X yang cuma punya tiga anggota. Boti hunters ada di sejumlah wilayah di Indonesia, diantaranya: Kota Bogor, Kab. Pringsewu (Lampung), dan Rangkasbitung (Banten). Baru tiga kota itu yang viral diberitain media. Tapi mereka gak saling nge-link, aksinya masing-masing. Gak pake manager kek HUNTR/X. 

Yang jelas, mereka melakukan ini sebagai bentuk penolakan mereka terhadap LGBTQ. Mereka pasti gemesh sama pemerintah yang diem aja ngeliat makin massifnya perilaku LGBTQ. Akhirnya mereka aja dah yang turun tangan, sweeping para boti dengan cara mereka. 


Pro dan Kontra Aksi Boti Hunters

Meskipun cuma di tiga kota, aksi boti hunters ini langsung jadi sorotan berbagai pihak. Pastinya ada pro dan kontra di masyarakat. Mereka yang pro adalah orang-orang yang suka sat set. Gak suka nunggu pemerintah bikin kebijakannya dulu, atau DPR yang harus rapat dulu. Pokoknya, hajar dulu ajalah. Urusan birokrasi, nanti aja belakangan.

Nah, yang kontra, terbagi dua jenis. Pertama, pro karena emang mendukung kebebasan berperilaku, bebas milih orientasi seksual, artinya setuju sama ide kapitalis sekuler. Karena pemerintah kita menganut asas ini, maka yang di-viral-kan adalah media massa dan medsos yang mendukung perilaku LGBTQ. Dengan alasan kemanusiaan, boti juga manusia yang punya hak asasi. Kedua, kontra sama aksi boti hunters yang main hakim sendiri, tapi fix nolak LGBTQ. 

Islam Memandang Aksi Boti Hunters

Para ulama sepakat, para boti dan yang berperilaku LGBTQ adalah tindakan yang menyimpang. No debat. Allah Swt. berfirman:

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ. اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاءِ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ

Artinya: “(Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya: Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? Sesungguhnya kamu benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (Surah Al-A’raf: 80–81)

Masih banyak ayat lain yang senada dengan ayat di atas, seperti Surah Asy-Syu’ara: 165–166, An-Naml: 54–55, Al-’Ankabut: 29, dll. Saat melihat penyimpangan ini di depan mata atau di story medsos, Rasulullah saw. udah ngasih tuntunan, "Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman." (Hadis Riwayat Muslim)

Jadi, ketika melihat penyimpangan atau kemungkaran maka wajib bagi kita untuk mengubahnya. Caranya udah dikasih tutor di atas. Kalau kita punya tangan alias kekuasaan, bisa tuh langsung kasih sanksi para boti, buat aturan yang bisa bikin mereka kapok dan mencegah orang lain ikut-ikutan. Tapi, kalau kita bukan pejabat apalagi penguasa, kita bisa pake lisan. Negur, komen, pokoknya bersuara. Karena kalau diem aja sambil ngomel di hati, itu selemah-lemahnya iman. Gak mau dong dibilang imannya lemah. So, speak up girls

Pemerintah yang kapitalis sekuler, gak bakalan mau nanganin para boti ini karena nganggep boti itu pilihan hidup seseorang yang harus diakui seluruh masyarakat. Cuma negara yang berasas akidah Islam yang bisa mewujudkannya, yakni negara Khilafah yang mengikuti metode kenabian.

Khilafah, The True Boti Hunters

Dalam sistem kitab Nidham al-Uqubat (Al-Maliki, 2001), di sistem Khilafah, mereka yang sudah dipastikan kebotiannya, atau sudah jelas merupakan transgender, maka dipastikan akan menerima hukuman. Sanksinya sesuai dengan aktivitas LGBTQ yang dilakukan.

Liwath (sodomi) sanksinya adalah hukuman mati secara mutlak. Baik pelakunya sudah menikah atau belum menikah. Dan berlaku untuk pelaku dan pasangannya. Sihaq (lesbi) sanksinya diserahkan kepada qadhi (hakim). bisa berupa kurungan, cambuk, atau peringatan keras. Tasyabbuh (transgender) sanksinya diasingkan dari pemukiman warga agar tidak menular atau dinormalisasi.

Sanksi ini sudah diterapkan berabad-abad yang lalu saat Kekhilafahan Islam masih tegak dan terbukti mampu memberantas aktivitas LGBTQ. Jadi sebenarnya, cuma pemerintah yang layak jadi boti hunters. Wallahualam.

Komentar