Siti Rima Sarinah
#MutiaraAl-Qur'an — Umat Islam diberikan predikat khusus oleh Allah Swt. sebagai umat terbaik (khoiru ummah), yang memahami bahwa Allah menciptakannya untuk melaksanakan tugas sebagai hamba yang wajib terikat pada aturan dan larangan dari-Nya. Allah Swt. tatkala menciptakan manusia dilengkapi dengan seperangkat aturan yang sempurna agar bisa melaksanakan tugas penciptaan sesuai yang apa dikehendaki-Nya. Sehingga manusia hanya menggunakan satu-satunya aturan yang berasal dari Allah Swt. agar predikat khoiru ummah senantiasa melekat pada diri umat muslim.
Allah Swt. berfirman yang artinya, ”Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (Surah Ali Imran: 110)
Ayat di atas menjelaskan tentang predikat khoiru ummah yang Allah Swt. berikan kepada umat Islam. Predikat tersebut akan terus melekat pada diri umat Islam selama mereka melakukan 3 perkara penting, yaitu mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah Swt. Namun, jika perkara ini ditinggalkan atau diabaikan oleh umat Islam, maka predikat khoiru ummah akan hilang pada diri umat Islam.
Hal senada disampaikan oleh lisan Rasulullah saw., ”Perumpamaan orang yang menegakkan hukum Allah dan orang yang melanggarnya seperti sekelompok orang yang naik kapal, lalu sebagian di atas dan sebagian di bawah. Yang di bawah jika ingin air harus melewati yang di atas. Lalu mereka berkata, ”Seandainya kita lubangi saja kapal di bagian kita agar tidak mengganggu yang di atas”. Jika yang di atas membiarkan, maka tenggelam semua. Jika mereka mencegah, maka selamat semua.” (Hadis Riwayat Bukhari)
Kondisi umat Islam saat ini seperti penumpang di dalam sebuah kapal besar. Kapal tersebut nyaris tenggelam karena banyak orang yang melubangi kapal, dan yang lainnya membiarkan dan mendiamkannya. Tampak dari begitu banyak kezaliman, kemungkaran, dan kerusakan mewarnai kehidupan umat Islam. Sikap diam, tak perduli, membiarkan kerusakan dan kezaliman terus berlangsung dalam kehidupan diakibatkan cara pandang umat Islam sudah teralihkan dari tujuan penciptaannya sebagai seorang hamba.
Hukum-hukum dalam kehidupan pun telah diubah menjadi hukum buatan manusia yang tidak mengenal halal dan haram. Misal menyamakan pajak dengan zakat, untuk menguras keringat rakyat hingga tak tersisa sedikit pun. Hak-hak rakyat dirampas oleh orang-orang yang mengambil amanah telah bersumpah untuk menjadi pelayan rakyat. Tapi nyata, mereka justru mengkhianati amanah tersebut dan memanfaatkannya untuk kepentingan mereka tanpa ada rasa iba sedikit pun kepada rakyat yang “mengemis” bantuan dari para penguasa dan pejabatnya, yang notabene menjadi hak rakyat dan kewajiban mereka.
Sudah terlalu kondisi rusak ini berlangsung dan dibiarkan langgeng dalam kehidupan umat muslim. Padahal, Allah Swt. telah membekali kita seperangkat aturan yang mampu menjadi problem solving atas persoalan yang terus mewarnai negeri ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah kondisi negeri ini menjadi lebih baik. Tentunya sangat mustahil jika sistem sekularisme yang menihil peran agama masih terus bertahta karena sejatinya sistem yang rusak akan melahirkan kerusakan yang tak kunjung berakhir.
Oleh karena itu, perubahan akan terjadi apabila kita kembali pada sistem aturan kehidupan yang maha sempurna yang telah Allah Swt. persiapan untuk manusia. Dengan menjadikan seluruh umat Islam, khususnya generasi muslim untuk menjadi pribadi-pribadi tangguh yang mampu menyelesaikan persoalan kehidupan dan pantang menyerah untuk berjuang agar syariat Islam kembali hadir dalam kehidupan. Mengembalikan Islam sebagai mafahim, maqayis, dan qonaah umat untuk menyelamatkan generasi muslim dari jebakan sistem sekularisme yang telah menghilangkan jati diri mereka sebagai seorang muslim dan khoiru ummah.
Rasulullah saw. dan para sahabatnya telah memberikan contoh dan wajib kita teladani atas perjuangan mereka mengubah kondisi masyarakat Arab jahiliah menjadi masyarakat berakhlak mulia dan memiliki kepribadian yang tangguh serta mampu menegakkan daulah Islam di Madinah. Bukan hal yang mustahil kita bisa mewujudkan hal yang serupa dengan mengikuti metode dakwah Rasulullah yang men-taskif para pemuda menjadi pribadi yang tangguh sebagai para pejuang Islam. Yang senantiasa menyerukan dakwah Islam sebagai opini di tengah umat untuk mengeluarkan negeri ini dari berbagai kerusakan dan kezaliman penguasa yang dilahirkan oleh sistem batil sekularisme.

Komentar
Posting Komentar