Rini Sarah
#Remaja — Begini banget nasib WNI, Besti?! Tiap hari dikepung berita yang bikin makan tak yummy (enak). Gak usah diabsen satu-satu lah ya kejadiaannya. Tiap buka media massa yang fyp badnews bae. Gak hutan kebakaran, kabut asap, bully pe korbannya mati, buang bayi, tawuran, amuk massa, perselingkuhan, korupsi, dan keasbunan para ponggawa negeri. Pusyiiiing. Eh jadi diabsen juga kan jadinya...
Dahal mah ya, kita kan generasi penerus estafet kepemimpinan negeri, kalau dikelilingi badnews mulu, rasanya jadi minder buat bermimpi. Ingin raih bintang yang tinggi, apa daya udah pusing sendiri.
DNA Bintang
Dudududu... pusing bener ya jadi WNI. Di tengah berita-berita yang merisaukan hati, kita dituntut untuk tetap berdiri. Sekokoh karang yang senantiasa diterjang ombak lah pokoknya. Untungnya, selain WNI kita juga muslim. Duh jadi muslim memang anugerah terindah yang pernah dimiliki. Karena, orang muslim itu punya tuntunan dari Yang Mahasegalanya ketika menghadapi berbagai macam hal yang sedang menimpa kita. Tuntunan itu adalah agamanya itu sendiri, yaitu Islam.
Islam dengan syariatnya memang ngajarin kita gimana merespon dengan baik dan benar pada apa-apa yang menimpa kita atau apa-apa yang kita inginkan. Dalam kondisi dikepung badnews, Islam juga memberikan tuntunan bagaimana meresponnya. Islam memperkenalkan sebuah konsep yang namanya roja (senantiasa punya harapan kepada Allah) dan ngelarang bersikap qonut (putus asa).
Artinya, ketika dihadapkan kepada hal yang bikin down, tidak boleh ikut ngedown semangatnya. Yakin masih ada pertolongan Allah Swt. Trus jangan putus harapan juga. Karena orang cenderung akan berhenti berusaha kalau sudah gak punya harapan. Dengan sikap roja alias senantiasa berharap bahwa Allah itu ada dan lebih besar kekuasaan-Nya dari pada masalah kita, trus Allah juga berjanji akan senantiasa ngasi pertolongan dalam berbagai masalah, lalu Allah juga bilang bahwa Allah gak pernah mengingkari janji, pasti deh hati kita jadi kaya tumbuhan kering yang disiram air. Langsung seger, bersemangat, lalu terdorong untuk bergerak melakukan usaha menyelesaikan permasalahan.
So, no minder-minder lagi ya buat chase your star alias ngejar mimpi besar kalian. Insya Allah selalu ada harapan. Ada Allah dengan segala kuasa-Nya yang akan nolong kita. Allah pasti nolong asal kita menempuh jalannya aja. Satu-satunya jalan menuju pertolongan Allah kan taat syariat. Itu aja sudah. Semustahil apa pun itu perintah, lakuin aja. Kaya Nabi Musa As gitu. Beliau kan pas dikejar Firaun diperintahkan Allah memukulkan tongkatnya ke laut. Nurut gak pake lama. Pukul dan jreeeeeng laut terbelah atas kuasa Allah Swt. Masya Allah Tabarakallah.
Nah, terkait menjadi bintang, Allah sendiri sebenarnya sudah ngasi kita DNA menjadi seorang bintang, bahkan bukan hanya seorang sebenernya tapi satu kaum. Ya satu kaum, yaitu kaum muslim, dan kita bagian dari kaum itu. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَ كْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik."
(Surah Ali-'Imran: 110)
See, kita adalah bagian dari umat terbaik. Soooo, gerceeep this is time to chase the star...
Chase Your Star
Yup, this is the time, no tunda-tunda lagi. Bintang itu gak akan mendekat kalau kita tunda-tunda mulu. Saatnya bergerak dengan penuh keyakinan. Mulailah dengan bikin rancangan dulu. Definisikan kuntum khoiru ummah versi kamu sambil terus berpegang pada pakem bahwa sifat utama khoiruummah adalah orang yang senantiasa mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemaksiyatan. Eh ada satu lagi yang perlu kita pegang erat lagi, kita umat muslim gak akan pernah jadi umat terbaik kalau kita melepaskan Islam baik dari keyakinan maupun perbuatan.
Nah, abis itu breakdown deh kepada target-target amal yang harus kita lakukan untuk mewujudkannya. Misal, karena sifat dari khoiruummah itu menyeru kepada kebaikan, berarti kita harus punya ilmu dulu dong yang namanya kebaikan dalam Islam itu apa. Target amalnya ya pasti kita harus ngaji Islam kaffah klo ini. Atau misal, khoiruummah itu juga harus bisa menyelesaikan masalah kehidupan, berarti selain ngaji agar faham solusi Islam untuk permasalahan tersebut. kita juga mesti ahli ilmu tentang kehidupan seperti ilmu tentang lingkungan, kedokteran, manajemen keuangan, saintek, dll. Pilih aja salah satu. Karena ilmu ini lah yang menerangkan bagaimana teknis permasalahan hidup itu diselesaikan. Sekolah yang baik dan sungguh-sungguh ya, Bestie.
Dari target amal yang masih umum tadi, buat lagi langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari. Kita buat jadwal mau ngapain aja setiap harinya. Mulai dari bangun tidur jam berapa, lalu abis itu mau apa, sholat tahajud misal, abis itu tilawah, olahraga ringan, sarapan, baca-baca buku sedikit, atau mengulang hapalan. Lakukan itu setiap hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari itu akan jadi habbit dan katanya habbit klo terus dilakukan nanti akan nempel dan jadi karakter kita, Bestie.
Tips terakhir, namanya kita manusia kan ya emang suka ada aja saat-saat down. Kita memang butuh yang namanya cheerleader. Biar semangat lagi. Oleh karena itu kita butuh teman yang vibesnya tuh bisa nyemangatin kita. Buat gak menyerah. Buat ngajak kita bangkit lagi di saat kita ngerasa kalah. Lalu, biar narik kita ke jalan yang benar lagi ketika kita kehilangan arah. Inilah yang namanya sister shalihah. Jadi cari lingkungan pertemanan yang begini ya, Bestie. Lalu, bersama-sama ngajak orang yang belum gitu kenal dengan Islam kafah bareng bestie kita. Biar jadi bintang satu kaum. Hmmm insya Allah berkah dunia akhirat ini mah.
Semangaaaat, let’s chase our star (right now)!

Komentar
Posting Komentar