Gen Z Bersuara: Islam Menawarkan Solusi



Shazia Alma





#TelaahUtama — Suara generasi muda dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa menunjukkan bahwa Gen Z memiliki kepedulian terhadap masa depan negeri ini. Keterlibatan mereka dalam aksi-aksi protes menjadi salah satu bentuk keresahan terhadap kondisi kehidupan dan arah kebijakan pemerintah. BBC Indonesia, dalam artikel yang terbit pada 31 Oktober 2026 berjudul “Mengapa Gen Z menjadi motor gerakan protes di Indonesia?”, turut mengulas peran generasi muda dalam gelombang protes di Indonesia.

Keresahan Gen Z mencerminkan harapan akan kehidupan yang lebih baik, pemerintahan yang bertanggung jawab, dan terpenuhinya kebutuhan rakyat. Namun, persoalan seperti beratnya beban hidup, ketimpangan ekonomi, pengelolaan kekayaan alam, dan kerusakan lingkungan saling berkaitan dengan aturan yang mengatur kehidupan masyarakat dan negara. Karena itu, perubahan tidak cukup sebatas mengganti pemimpin atau memperbaiki kebijakan tertentu. Diperlukan perubahan mendasar melalui aturan yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara menyeluruh agar masalah yang sama tidak terus berulang.

Dalam pandangan Islam, aturan yang dibutuhkan itu berasal dari Allah Swt. Islam bukan hanya mengatur ibadah, tetapi juga urusan masyarakat dan negara, termasuk ekonomi, pendidikan, hukum, pemerintahan, serta pengelolaan alam. Allah Swt. berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً


“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan.” (Surah Al-Baqarah: 208)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa Islam harus diterapkan secara kafah, bukan hanya diambil sebagian sesuai keinginan manusia. Aturan Allah menjadi pedoman dalam seluruh urusan kehidupan, termasuk dalam menjalankan pemerintahan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Dalam Islam, kekuasaan merupakan amanah, bukan sarana untuk memperkaya diri atau kelompok tertentu. Seorang pemimpin bertanggung jawab kepada Allah atas setiap kebijakan dan keputusan yang dibuatnya. Rasulullah saw. bersabda bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim). Karena itu, pemimpin tidak boleh mengabaikan kebutuhan rakyat atau menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Negara dalam Islam berkewajiban mengurus kebutuhan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan harus menjadi perhatian utama. Negara juga bertanggung jawab menyediakan pendidikan, kesehatan, dan keamanan serta membuka kesempatan kerja. Orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya harus mendapat perhatian dan perlindungan. Dengan demikian, kesejahteraan rakyat bukan sekadar janji, melainkan bagian dari tanggung jawab negara.

Islam juga memiliki aturan yang jelas mengenai kepemilikan dan pengelolaan harta. Ada kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. Kekayaan alam yang termasuk kepemilikan umum harus dikelola untuk kepentingan masyarakat, bukan diserahkan kepada segelintir pihak demi keuntungan pribadi. Hasil pengelolaannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat sesuai ketentuan syariat. Negara juga memiliki baitulmal sebagai lembaga pengelolaan pemasukan dan pengeluaran harta negara.

Selain mengatur kesejahteraan manusia, Islam memberikan perhatian terhadap kelestarian lingkungan. Kerusakan alam tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele karena manusia memiliki tanggung jawab menjaga bumi. Allah Swt. berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا


“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.” (Surah Al-A’raf: 56)

Berbagai aturan tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak hanya memberikan nasihat agar manusia berbuat baik, tetapi juga memberikan tuntunan tentang bagaimana keadilan, kesejahteraan, dan kepedulian diwujudkan. Persoalan ekonomi, lingkungan, pendidikan, hukum, dan pemerintahan diatur dengan landasan syariat sehingga penyelesaian satu persoalan tidak mengabaikan persoalan lainnya.

Solusi Islam bersumber dari Allah Swt., Zat Yang Maha Mengetahui kebutuhan dan persoalan manusia. Karena itu, Islam merupakan solusi paripurna yang tidak dapat digantikan oleh pemikiran manusia yang terbatas dan hanya mengatur sebagian urusan kehidupan. Penerapan Islam secara kafah menjadi jalan untuk mewujudkan kehidupan pribadi, masyarakat, dan negara yang berjalan sesuai petunjuk Allah.

Di sinilah Gen Z memiliki peran penting. Keberanian menyuarakan perubahan perlu disertai pemahaman tentang solusi yang mendasar. Gen Z tidak cukup hanya mengkritik kebijakan atau menuntut pergantian pemimpin. Mereka perlu mempelajari Islam secara menyeluruh, membangun kesadaran di tengah masyarakat, serta bergerak mengusung Islam sebagai solusi paripurna. Energi, keberanian, dan daya kritis generasi muda perlu diarahkan untuk menyampaikan pemikiran Islam dan memperjuangkan penerapannya dalam kehidupan.

Dengan demikian, suara Gen Z tidak seharusnya berhenti sebagai gelombang protes atau tuntutan perubahan sesaat. Keresahan terhadap berbagai persoalan bangsa perlu menjadi pintu masuk untuk memahami pentingnya perubahan yang berlandaskan aturan Allah. Generasi muda perlu mengambil peran dalam membangun kesadaran dan memperjuangkan penerapan Islam secara kafah. Bukan sekadar mengganti pemimpin, tetapi menghadirkan aturan yang menjadi solusi bagi seluruh persoalan kehidupan. Wallahualam bissawab.

Komentar